Statistik Belgia Akan Menjuarai Piala Dunia 2018!

0
364

Spotgol – Piala Dunia 2018 di Rusia diikuti oleh 32 negara di berbagai benua.

Negara-negara peserta itu adalah Prancis, Jerman, Brasil, Portugal, Argentina, Belgia, Polandia, Rusia, Peru, Maroko, Inggris, Kolombia, Nigeria, Kosta Rika, Serbia, Arab Saudi, Spanyol, Australia, Senegal, Korea Selatan, Iran, Denmark, Swedia, Jepang, Kroasia, Meksiko, Swiss, Tunisia, Panama, Uruguay, Mesir, dan Islandia.

BBC Sport melakukan kalkulasi untuk menebak siapa juara Piala Dunia 2018 ini. Kalkulasi dilakukan berdasarkan sejarah turnamen empat tahunan itu.

Berikut ulasannya.

Harus Tim Unggulan

Berdasarkan tren, statistik, dan pola dari turnamen masa lalu, BBC menyingkirkan 24 tim dan hanya menyisakan delapan tim yang menjadi unggulan di Piala Dunia 2018, yaitu Prancis, Jerman, Brasil, Portugal, Argentina, Belgia, Polandia, dan Rusia.

Jangan jadi tuan rumah

Ingin jadi juara Piala Dunia maka jangan menjadi tuan rumah.

Untuk 11 edisi pertama turnamen, dari tahun 1930 hingga 1978, hanya ada lima negara yang berhasil menjadi tuan rumah sekaligus juara.

Sejak itu, dari sembilan turnamen terakhir hanya ada satu tuan rumah yang memenangkan Piala Dunia, yaitu Prancis pada tahun 1998.

Menjadi tuan rumah sekaligus juara nampaknya sulit terwujud bagi Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan atau Afrika Selatan, namun ternyata Italia (1990), Jerman (2006), dan Brasil (2014) yang pernah menjadi juara pun masih sulit menjadi pemenang saat menjadi tuan rumah piala dunia.

Berdasarkan hal ini, BBC menyingkirkan Rusia dari daftar calon pemenang Piala Dunia tahun ini.

Tetap ketat dalam bertahan

Di era 32 negara yang ikut Piala Dunia, tak satu pun dari lima juara yang kebobolan lebih dari empat gol selama tujuh pertandingan mereka.
Jika menilik tujuh tim yang tersisa, Polandia yang sejauh ini memiliki pertahanan paling ketat selama kualifikasi, ternyata kebobolan 1,4 gol per pertandingan, sehingga terpaksa keluar dari daftar unggulan BBC.

Jerman dan Portugal kebobolan 0,4 gol per pertandingan, Belgia dan Prancis 0,6 gol, Brasil 0,61 gol dan Argentina 0,88 gol.

Berasal dari Eropa

Pemenang Piala Dunia hanya berasal dari Eropa dan Amerika Selatan. Sampai saat ini, tim-tim Eropa tidak memiliki catatan pertandingan yang baik, tetapi keberhasilan Spanyol di Afrika Selatan dan kemenangan Jerman di Brasil telah mengubah tren tersebut.

Pertandingan di Eropa hampir selalu menghasilkan pemenang yang juga berasal dari Benua Biru.

Dari 10 kompetisi yang diselenggarakan oleh negara-negara dari Eropa, hanya satu yang dimenangkan oleh negara luar, yaitu kemenangan Brasil di Swedia pada tahun 1958.

Oleh karena itu, BBC mencoret Brazil dan Argentina dari daftar dan menyisakan empat negara unggulan.

BACA JUGA: Dapat 1,28 Milyar Tanpa Modal !!!

Memiliki kiper terbaik

Mungkin kebanyakan orang berpikir, untuk memenangkan Piala Dunia maka harus memiliki pencetak gol terbaik. Namun, jika diperhatikan, hanya dua kali Piala Dunia, sejak tahun 1982, yang dimenangkan karena timnya memiliki peraih penghargaan Golden Boot (Ronaldo yang mewakili Brasil pada tahun 2002 dan David Villa dari Spanyol pada tahun 2010).

Pemenang Piala Dunia sebenarnya lebih akurat jika ditentukan berdasarkan penjaga gawangnya, di mana empat dari lima penghargaan Golden Glove yang terakhir diberikan untuk penjaga terbaik di turnamen, biasanya di berikan pada kiper tim yang akan menjadi juara.

Dari empat tim yang tersisa, tidak sulit untuk membayangkan salah satu dari Manuel Neuer (Jerman), Hugo Lloris (Prancis) atau Thibaut Courtois (Belgia) yang akan dinobatkan sebagai kiper terbaik kali ini.

Tampaknya kali ini akan sulit bagi Rui Patricio yang menjadi kiper Portugal untuk membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia di Rusia.

Berdasarkan hal itu, tersisalah Prancis, Belgia, dan Jerman sebagai tim unggulan.

Punya pengalaman

Skuad pemenang Piala Dunia harus berpengalaman yang dibuktikan dengan kepemilikan caps (jumlah pertandingan yang dijalani pemain), sebuah tren yang dimulai ketika final berkembang menjadi 32 tim pada tahun 1998.

Pada Piala Dunia 1998, Sang Juara Prancis memiliki skuad yang rata-rata caps pemainnya sebanyak 22,77 pertandingan.

Pada 2014, Jerman yang menjadi juara membanggakan masing-masing pemainnya yang memiliki caps sebanyak 42,21.

Brasil yang menjadi juara pada 2002 rata-rata pemainnya memilki 28,04 caps, lalu Italia (Juara 2006) sebanyak 32,91 caps, dan Spanyol (Juara 2010) sebanyak 38,30 caps.

Di Piala Dunia 2018, dari ketiga tim yang tersisa, rata-rata caps pemain Prancis rendah, yaitu 24,56 caps, sementara Jerman 43,26 caps dan Belgia 45,13 caps.

Dari data tersebut, tersingkirlah Prancis, dan menyisakan Belgia dan Jerman.

Jangan jadi juara bertahan

Piala Dunia sulit untuk dipertahankan. Namun, tren ini berubah sejak Brasil memenangkan turnamen berturut-turut pada tahun 1958 dan 1962. Selain Brasil, ada Argentina yang juga pernah lebih dari sekali menjadi juara.

Namun sejak menjadi juara bertahan, baik Brasil maupun Argentina hanya berhasil melewati perempat final pada dua kesempatan, yaitu Argentina pada tahun 1990 dan Brasil pada tahun 1998, meski setelahnya Brasil dapat masuk babak keempat pada tahun 1974.

Dalam empat turnamen terakhir, juara bertahan telah tersingkir di babak penyisihan grup pada tiga kesempatan.

Jerman memiliki sejarah yang baik pada Piala Dunia. Dalam sembilan turnamen terakhir (termasuk tiga sebagai Jerman Barat) mereka telah menang dua kali, mencapai tiga babak final, dan menempati posisi ketiga pada dua piala dunia.

Namun, sejarah tidak memihak mereka di Rusia.

FAKTOR + Belgia ditambah dengan kehadiran Thierry henry sebagai asisten Pelatih timnas Belgia di Piala Dunia 2018 ini semakin menambah kepercayaan diri The Belgian Red Devils di ajang tersebut.

Jadi, begitulah. Menurut BBC, Belgia akan memenangkan Piala Dunia. Kecuali negara lain bisa mengalahkannya, dan itu mungkin terjadi. ini semua adalah analisis di atas kertas karena jelas masih berlaku pepatah: bola itu bundar, segalanya bisa saja terjadi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here